"We don't KNOW what we THINK until we SEE what we SAY" (Clifford Geertz)

Berkomitmen Mendukung Pelestarian Cagar Budaya Nias

Para Kepala Daerah Sekepulauan Nias Berkomitmen Mendukung Pelestarian Cagar Budaya Nias dan Keberlangsungan Operasional Museum Pusaka Nias

img_6913Sehubungan dengan penghargaan yang telah dianugerahan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada Pastor Johannes sebagai salah seroang Tokoh Nasional dalam Pelestarian Cagar Budaya Nias, maka Pengelola Museum Pusaka Nias terus menggulirkan isu pelestarian sebagai program bersama seluruh elemen masyarakat di pulau Nias. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah diskusi tematis bertajuk “Menjaring Partisipasi Masyarakat Nias Dalam Pelestarian Pusaka Nias” dilaksanakan di Omo Bale Museum Pusaka Nias pada tanggal 12 November 2014. Peserta diskusi adalah tokoh-tokoh masyarakat Nias dari berbagai latar belakang terutama dari unsur pemerintah daerah sekepulauan Nias, DPR, tokoh pemuda, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, budayawan, pengurus Yayasan Pusaka Nias  dan Provinsial Ordo Kapusin Keuskupan Sibolga P. Metodius Sarumaha, OFMCap.

Kecuali Bupati Nias Selatan, semua Kepala Daerah hadir pada acara tersebut yaitu Walikota Gunungsitoli Drs. Martinus Lase, M.SP., dan Sekda Edison Ziliwu. Bupati dan Wakil Bupati Nias Drs. Sökhi’atulö Laoli, MM., dan Arosökhi Waruwu.,  Bupati Nias Barat Adrianus A. Gulö, MH., serta Bupati Nias  Utara Edward Zega. Hadir dan juga turut penyumbangkan pemikiran Mayjend. Christian Zebua, anggota DPR RI periode 2014-2019 dari daerah pemilihan Banten Marinus Gea, SE dan mantan anggota DPR RI dari PDI-P Firman Jaya Daeli. Diskusi tersrbut dipandu oleh tokoh masyarakat Nias senior Dr. Fonali Lahagu. Selain itu, turut juga hadir mantan Wakil Bupati Nias Agus Hardian Mendröfa dan tokoh masyarakat Nias di perantauan Ester Gloria Telaumbanua.

Seluruh peserta turut menyampaian sambutan, tanggapan dan pemikirannya dalam diskusi pelestarian cagar budaya Nias dan keberlangsungan operasional Museum Pusaka Nias.

Diskusi tematis dialawali dengan paparan Pastor Johannes mengenai “Pelestarian Cagar Budaya Nias dan Keberlangsungan Museum Pusaka Nias,” diikuti sambutan dan tanggapan dari tokoh-tokoh masyarakat Nias mulai dari Koordinator Forum Kepala Daerah yaitu Bupati Nias Utara.

Semua tokoh sangat mengapresiasi perjuangan dan usaha Pastor Johannes dimg_6998alam pelestarian cagar budaya Nias dan pengembagan Museum Pusaka Nias. Karena itu di tengah-tengah acara, para kepala daerah dan tokoh masyarakat Nias menyampaikan penghargaan kepada Pastor Johannes yang ditanda-tangani oleh seluruh Bupati dan Walikota sekepuluan Nias dan juga tokoh masyarakat. Selain penghargaan, para tokoh juga menyampaikan sumbangan pribadi secara spontan diantaranya: Bapak Mayjend Christian Zebua Rp 10 juta, Bupati Nias Utara Rp 5 juta, Bupati Nias Rp 5 juta, Bupati Nias Barat Rp 5 juta, Walikota Gunungsitoli Rp 5 juta, Bapak Firman Jaya Daeli Rp 5 juta, Bapak Marinus Gea Rp 5 juta dan Bapak  Dr. Fonali Lahagu Rp 2 setengah juta.  Pengelola Museum Pusaka Nias sangat berterima kasih atas dukungan spontan ini dan merasa tidak sendirian lagi dalam melakukan upaya pelestarian budaya Nias.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan antar Kepala Daerah sekepulauan Nias sebagai bukti komitmen untuk mendukung usaha pelestarian cagar budaya Nias dan keberlangsungan operasional Museum Pusaka Nias. Konsep Nota Kesepakatan telah dibuat dan akan dibahas dalam forum kepala daerah.

Terlaksananya kegiatan diskusi tematis ini tidak lepas dari dukungan dari berbagai pihak, baik perorangan maupun karena jabatannya. Diantaranya dari Pak Dr. Fonali Lahagu, Bapak Bupati Nias Utara dan Bapak Toloni Waruwu (Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Nias Utara.