"We don't KNOW what we THINK until we SEE what we SAY" (Clifford Geertz)

Mutiara Pertama Bagi Museum Pusaka Nias

Prof. Dr. Suahasil Nazara, SE., MSc. Mutiara Pertama Bagi Museum Pusaka Nias

suahasilBerbagai cara telah ditempuh untuk mencari orang-orang yang mau peduli dan ikut terlibat dalam pelestarian budaya Nias melalui pengembangan Museum Pusaka Nias dan kegiatannya. Menghubungi berbagai orang-orang Nias maupun non-Nias, baik yang ada di daratan pulau Nias maupun yang ada di perantauan untuk ikut dalam misi pelestarian budaya Nias sebagai sumber inspirasi dan identitas orang Nias.
Pada tahun 2004, pernah juga dibentuk yang namanya Forum Masyarakat Peduli Museum untuk menjaring masyarakat dengan berbagai kapasitasnya. Pengurusnya adalah tokoh-tokoh masyarakat Nias dan para pejabat. Hasilnya, lumayan. Banyak pujian lisan yang sudah disangkutkan pada Museum Pusaka Nias,    khususnya kepada pendirinya.Pujian, sanjungan, saran dan harapan.
Selain pujian, bertumpuk saran dan angan-angan telah banyak disampaikan oleh berbagai kalangankepada pengelola museum ini agar bisa berkembang secara ideal dan bertahan selamanya. Yang minus dan tak pernah muncul adalah kehadiran sosok yang terbuka, tulus dan tidak terlalu banyak saran serta angan-angan untuk mendukung keberlangsungan Museum Pusaka Nias.
Rupanya, Prof. Dr. Suahasil Nazara, SE., termasuk tokoh dan intelektual Nias yang minus saran dan angan-angan untuk mendukung museum ini. Pada tahun 2014, Ia telah menunjukkan keingin-tahuannya pada museum ini ketika Nata’alui Duha mengunjungi beliau di kampus Universitas Indonesia, Depok dan berdiskusi tentang museum ini.
Sepanjang tahun 2006-2007, beliau mengunjungi museum ini beberapa kali. Dan telah menyatakan untuk membayar Rp. 10 juta sebagai anggota sahabat museum. Namun, karena berbagai hal, sumbangan itu belum direalisir.
Masih ingat akan janjinya. Pada tanggal 27 Juni 2014 yang lalu, di sela-sela Lokakarya Nasional Pengembangan Pariwisata Nias, melalui Nata’alui Duha, Prof. Dr. Suahasi Nazara, akhirnya menyatakan komitmen  secara pribadi untuk mendukung keberlanjutan dan pengembangan Museum Pusaka Nias dengan menyumbang Rp 1.000.000,- (satu juta Rupiah) setiap bulan, ”selama hayat masih di kandung badan dan selama tidak jatuh miskin,” katanya. ”Bantuan akan mulai ditransfer mulai bulan Juni 2014,” tegas beliau.
Sumbangan itu telah realisir, dan bahkan di luar dugaan, Pak Suahasil Nazara sudah membayar mulai bulan Januri 2014.
Hingga saat ini, dukungan dari Pak Suahasil Nazara adalah bantuan Pertama yang diterima oleh Museum Pusaka Nias secara berkesinambungan dari sekian banyak orang Nias yang sudah sukses. Pak Suahasi Nazara ibarat mutiara yang baru pertama muncul ketika mutiara lainnya masih diselimuti lumpur pekat di kedalaman lautan.
Karena itu, segenap pengurus Yayasan Pusaka Nias dan pengelola Museum Pusaka Nias menyabut dukungan ini dengan gembira sembari mengucapkan terima kasih kepada beliau. Kita menantikan orang-orang Nias lainnya.....