"We don't KNOW what we THINK until we SEE what we SAY" (Clifford Geertz)

Ya’ahowu “Fanunu Fandru” – Arti sebenarnya?

 Ya’ahowu “Fanunu Fandru” – Arti sebenarnya?

 

Sering kedengaran dua ungkapan ini untuk mengucapkan Selamat Natal:

Yang satu Internasional                 “Merry Christmas”,

Yang lain Regional                          “Fanunu Fandru”.

 

Apakah Anda mengetahui arti kedua ungkapan ini?

 

Christmas dalam bahasa Inggris terdiri dari 2 kata: Christus (Christ) dan Misa (Mas/Mass).

Mengucapakan “Merry Christmas” berarti:

Semoga Anda riang gembira (Merry)

Melalui Kurban Misa  Christus.

Kata Yesus: “Buatlah ini sebagai kenangan akan daku.”

Perayaan Natal yang paling mendalam ialah perayaan Kurban Misa.

Disitu kita menerima Roti Surgawi dalam Komuni,

Roti Surgawi yang lahir di Betlehem (= rumah roti).

 

Fanunu Fandru

Istilah ini pada dasarnya bukan istilah Kristiani. Kenapa tidak? –

Pada dasarnya bukan Kristiani karena istilah ini sudah dipakai di Nias sebelum masuk agama Kristen.

200 tahun yang lalu belum ada jualan minyak tanah di Nias.

Agak gelap di rumah. Tetapi sejak dulu setiap tahun setiap marga atau rumpun

(si sambua mo’ama) berkumpul dan mengadakan FAMONI empat hari lamanya.

FAMONI ini tidak berarti berpuasa, sebaliknya mereka makan enak.

Tetapi mereka melakukan FAMONI dalam arti tidak pergi ke ladang dan tidak bekerja.

Lantas apa tujuan mereka?

Empat hari  lamanya mereka menuturkan asal usul mereka sampai jauh malam.

Böröta gotari gotara, asal usul mereka, harus ditanam dalam hati generasi muda dan harus diperingati dan dirayakan setiap tahun. Inilah syarat mutlak bagi mereka supaya tradisi lisan tidak putus.

Sebelumnya minyak kelapa sudah diisi dalam lampu kecil. Dan kalau lampu kecil ini dinyalakan di malam hari, hal ini mereka menyebut Fanunu Fandru.

Sebagai orang Kristen kita sekarang sudah mempunyai Böröta Gotari Gotara yang baru. Setiap masa Natal kita membaca Asal Usul kita dalam Alkitab Matius 1,1 : „Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.“ Orang Kristen pertama menyebut diri „alter nativi“ dalam arti: orang yang „secara lain dilahirkan“. Artinya dilahirkan kembali dalam Sakramen Pembaptisan melalui air dan Roh Kudus.

 

Lebih mendalam lagi Böröta Gotari Gotara kita yang dituturkan kepada kita dalam Injil Yohanes 1,1 : “Pada mulanya adala Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.“  Dan Yohanes 1,3 : „Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.“

 

Semoga kini terjadi Fanunu Fandru yang baru dalam arti, setiap mo’ama atau setiap keluarga menyalakan lilin dan berdoa dan menceritakan Böröta Gotari Gotara Kristiani kita, asal mula keselamatan kita: „Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan, di kota Daud.“ Lk. 2,11

Dengan segenap hati saya ucapkan Selamat Natal, Ya’ahowu Fanunu Fandru, Merry Christmas

P. Johannes M. Hämmerle, OFMCap

Post a comment